Skip to Store Area:

DIARY DAUN-DAUN YANG TERJATUH

Double click on above image to view full picture

Zoom Out
Zoom In

More Views

DIARY DAUN-DAUN YANG TERJATUH

Email to a Friend

Be the first to review this product

Sign up for price alert

Availability: In stock.

Regular Price: Rp44.000,00

Special Price: Rp35.200,00

Add Items to Cart Add to Cart

Quick Overview

Aku pun tidak akan menampik hal itu, walaupun nasib memang tidak memandang usia dan wibawa. Bila sudah tiba waktunya, akan terjadi juga suatu hal yang selama ini hanya bisa kita bayangkan dalam benak, yang sama sekali tidak kita sadari. Suatu nasib yang misteri, yang terus menguntit kita dari belakang, dan hanya Allah Yang Maha Tahu. Jadi, kenapa kita takut?


Penyakit gagal ginjal yang diderita oleh Kak Vi membuat hidupnya berantakan. Semua jatuh. Suami, kakak, adik, kedua anak, dan kedua orang tuanya turut bersedih. Berbagai cara dan obat dicoba demi menghindari dua opsi terakhir bagi seorang penderita gagal ginjal: cuci darah atau operasi. Sayangnya, penyakit kronik itu tidak sembuh juga. Bahkan, semakin parah.


Hingga, Kak Vi menyerah. la pun bersedia melakukan cuci darah. Sepanjang hidupnya. Setiap minggu, Kak Vi diantar ke rumah sakit untuk cuci darah. Namun, penderitaannya tidak juga berkurang. Bahkan, ia harus menyaksikan kematian teman-temannya sesama penderita gagal ginjal. Satu per satu.


Di tengah pemahaman keliru masyarakat tentang penyakit gagal ginjal dan cuci darah, kisah ini hadir bagaikan oase yang memberikan pencerahan. Inilah sepenggal kisah seorang penderita gagal ginjal. Menggugah, mengharukan, dan menimbulkan simpati. Sebuah memoar yang membuat kita mensyukuri nikmat sehat yang kita miliki.



Aku pun tidak akan menampik hal itu, walaupun nasib memang tidak memandang usia dan wibawa. Bila sudah tiba waktunya, akan terjadi juga suatu hal yang selama ini hanya bisa kita bayangkan dalam benak, yang sama sekali tidak kita sadari. Suatu nasib yang misteri, yang terus menguntit kita dari belakang, dan hanya Allah Yang Maha Tahu. Jadi, kenapa kita takut?


Penyakit gagal ginjal yang diderita oleh Kak Vi membuat hidupnya berantakan. Semua jatuh. Suami, kakak, adik, kedua anak, dan kedua orang tuanya turut bersedih. Berbagai cara dan obat dicoba demi menghindari dua opsi terakhir bagi seorang penderita gagal ginjal: cuci darah atau operasi. Sayangnya, penyakit kronik itu tidak sembuh juga. Bahkan, semakin parah.


Hingga, Kak Vi menyerah. la pun bersedia melakukan cuci darah. Sepanjang hidupnya. Setiap minggu, Kak Vi diantar ke rumah sakit untuk cuci darah. Namun, penderitaannya tidak juga berkurang. Bahkan, ia harus menyaksikan kematian teman-temannya sesama penderita gagal ginjal. Satu per satu.


Di tengah pemahaman keliru masyarakat tentang penyakit gagal ginjal dan cuci darah, kisah ini hadir bagaikan oase yang memberikan pencerahan. Inilah sepenggal kisah seorang penderita gagal ginjal. Menggugah, mengharukan, dan menimbulkan simpati. Sebuah memoar yang membuat kita mensyukuri nikmat sehat yang kita miliki.

Kode Buku 199080
ISBN 9786027640450
Author SUTANTO ARI WIBOWO
Publisher DIVA PRESS
Language Indonesia
Type Soft Cover
Page 351
Dimensions (cm) 14x20
Weight 0.30 Kg